Rp 70 M Sudah Di Siapkan Bagi Siapapun yang Temukan Hacker Asal Rusia Ini


Alooo sobat ant, kembali lagi dengan saya admin RomDhoni7.



Ada informasi menarik nih buat kalian yang pengen kaya mendadak:v. Caranya? mudah saja cuma dengan menemukan hacker bercodename Maksim Yakubets.

Siapakan dia?, apa peretasan yang telah dilakukan oleh hacker tersebut?, simak ulasan nya berikut ini.

Maksim Yakubets, pemimpin Evil Corps, kelompok hacker asal Rusia, menjadi buronan besar pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kelompok tersebut didakwa oleh pemerintah AS dan Inggris sebagai dalang utama dari dua peretasan komputer terburuk dan skema penipuan bank terbesar dekade terakhir ini.

Tak tanggung-tanggung hadiah sebesar $5 juta USD atau setara Rp 70 miliar disiapkan oleh AS bagi siapapun yang bisa memberikan informasi terkait hacker tersebut.

Hadiah tersebut menjadi yang terbesar yang pernah dikeluarkan Department Luar Negeri AS dan FBI untuk menangkap seorang buronan.

Peretasan Evil Corps sendiri dimulai pada Mei 2009 dan terus berlangsung hingga saat ini. Beberapa bisnis termasuk dua bank, empat perusahaan perminyakan, perusahaan pemasok bahan bangunan, pabrik senjata api dan sekolah menjadi korban dalam serangan ini.

Selain Maksim Yakubets, AS juga mencari Igor Turashev, seorang hacker yang juga terkait dengan Evil Corps. Keduanya adalah warga negara Rusia, dan para penjabat AS menuduh Maksim Yakubets telah bekerja dengan pemerintah Rusia dalam serangan cyber lainnya.


"Maksim Yakubets diduga telah terlibat dalam kejahatan dunia maya selama satu dekade yang menyebarkan dua malware finansial paling merusak yang pernah digunakan dan mengakibatkan kerugian puluhan juta dolar di seluruh dunia," kata Asisten Jaksa Agung Brian Benczkowski, seperti dikutip dari CNet.

Evil Corp dituduh membuat malware perbankan bernama Dridex. Malware ini dirancang untuk secara otomatis mencuri informasi keuangan dan data pribadi di komputer yang terinfeksi, yang secara khusus menargetkan kredensial perbankan online.

Dridex kemudian berevolusi dengan memasukan ransomware yang mengenkripsi file penting dan membajak komputer korban.

Malware tersebut menginfeksi komputer korban dengan menampilkan tautan email atau halaman perbankan online palsu, menurut surat dakwa tersebut. Sungguh ngeri ya temen2, hacker yang satu ini.

Dilansir dari teknologi.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel